Selasa, 17 Maret 2015

Yuk, Bersama Kita Menjaga Kebersihan Lingkungan Kita



Sekolah adalah  lembaga formal pendidikan dengan fungsi meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa sebagai bekal dimasa depan. Siswa berada dilingkungan sekolah dari pukul 07.00 sd pukul 13.45 WIB,  bahkan sampai sore jika ada kegiatan ekstra.  Siswa adalah salah satu pendukung kebersihan sekolah, karena jumlah siswa yang sangat banyak jika dibandingkan dengan warga sekolah lainnya. Kebersihan lingkungan sangat menunjang kegiatan belajar mengajar. Namun dari hari kehari kebersihan makin tidak diperdulikan oleh para siswa, hal ini terlihat ketika banyak sampah yang berserakan di lantai, di lapangan basket, di laci meja, di pojokan kelas, di lahan kosong yang seharusnya menjadi taman yang indah, yang memberikan berbagai inspirasi atau sekedar selfie-selfie yang memanfaatkan keindahan taman sekolah. Tapi pada nyatanya malah menjadi lahan kosong yang beserakan sampah. 
 Kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan dengan hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya ternyata sangat berpengaruh terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah, karena lingkungan yang bersih dan sehat dapat mendukung siswa untuk berkonsentrasi penuh menerima meteri pembelajran yang diberikan oleh guru. Bentuk kepedulian terhadap lingkungan sebenarnya tidak sulit dilakukan dan tidak mahal.  Bentuk kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya diwujudkan dengan penanaman pohon-pohon atau penghijauan, tetapi bisa juga dengan hal yang sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya. Jika budaya membuang sampah pada tempatnya dikembangkan dilingkungan sekolah,  tentu tindakan ini merupakan awalan yang baik untuk menjaga lingkungan sekolah bersih dan nyaman untuk beraktivitas.
 Masalah sampah yang tak terkendali yang bahkan berserakan di area taman menjadi  masalah yang sangat mengganggu pemandangan. Sampah yang berserakan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, bahkan secara tidak langsung juga mengganggu kegiatan belajar mengajar. Bagaimana tidak terganggu apabila sedang pembelajaran, di dalam laci,di lantai, di pojokan kelas terdapat sampah. Apalagi pada saat jam istirahat, yang seharusnya keluar kelas memandang pemandangan yang indah, rapi, bersih, berjalan menuju taman untuk mencari inspirasi atau berselfie, tapi moodnya jadi hilang karena banyak sampah yang berserakan di taman.
Masalah seperti sampah yang berserakan, sebenarnya pihak sekolah sudah mencoba menanggulangi dengan cara memberi slogan di dinding-dinding sekolah, di pojokan, di area parkir, di toilet dan di tempat strategis lainnya. Yang rata-rata bertuliskan “Membuang Sampah Pada Tempatnya, Jagalah Kebersihan, Bersih itu sehat, Hijau itu Indah , Wujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, Mari ciptakan lingkungan yang rapi, .

Tapi pada nyatanya para siswa seakan-akan tidak bisa membaca slogan-slogan itu. Bukan hanya slogan, pihak sekolah juga telah menyiapkan tempat sampah di depan tiap kelas. Tapi tetap saja ada yang tidak menghiraukan atau bahkan tidak peduli dengan tempat sampah yang mereka anggap tidak penting. Melihat kejadian itu pihak sekolah tidak tinggal diam, pihak sekolah mencoba menyiapkan 2 jenis tempat sampah, yaitu “Organik dan Nonorganik”, untuk cara ini memang benar sampah sedikit berkurang, tapi sepertinya siswa seolah-olah tidak bisa membaca Organik dan Nonorganik itu, ini terlihat dari cara siswa tidak peduli dengan tulisan tersebut, dengan asal membuang sampah. Seperti membuang bekas botol air mineral yang seharusnya dibuang di tempat sampah anorganik malah membuang di tempat sampah organik. Ketika guru menegur siswa menjawab tidak tahu apa saja sampah yang termasuk sampah organik dan an organik. Pihak sekolah membuat sosialisasi melalui bimbingan pembinaan wali kelas. Sosialisasi itu berdampak positif hanya beberapa hari saja karena setelah itu siswa seolah-olah tidak hanya melupakan memilah sampah tetapi juga lupa membuang sampah pada tempatnya.

 Sekolah juga setiap tahun  mengadakan lomba kebersihan, benar saja para siswa sangat menjaga kebersihan wilayah kelasnya bahkan seperti gila kebersihan,  tapi tidak lama karena setelah lomba itu para siswa berubah seperti biasa.
Jadi sebenarnya  untuk menjaga lingkungan, terutama lingkungan sekolah, bukan hanya tugas dari petugas kebersihan sekolah saja, tapi juga semua warga sekolah dari siswa , guru dan karyawan, Semester 2 tahun 2014/2015 SMA 1 Bojong mengalokasikan setiap hari Selasa, Rabu dan Sabtu, digalakkan kegiatan 15 Menit untuk kebersihan lingkungan sekolah. Pihak sekolah sangat meminta dukungan dan peran serta warga sekoilah untuk berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Harapan kegiatan ini melatih kebiasaan pada siswa, guru dan karyawan agar peduli lingkungan. Karena kebersihan merupakan sesuatu yang penting, maka perlu adanya kesadaran diri untuk menjaga kebersihan lingkungan, dengan cara memulai dari hal terkecil di sekitar kita. Seperti membuang sampah ditempatnya.  Make the world a better environment for future

3 komentar:

SELEKSI ALAM PADA BURUNG FINCH

            Musim hujan memaksa Doni bertahan dirumah walau sebenarnya Doni ingin melakukan aktivitas diluar seperti jogging atau bermain se...